Melihat Kepribadian Orang dari Bagian Tubuh yang Disabuni Pertama Saat Mandi

. Senin, 10 Februari 2014
0 komentar


Seperti yang sudah Ente baca sebelum-sebelumnya di MBDC, Ente bisa mengenal kepribadian seseorang dari berbagai macam hal. Hari ini, MBDC akan mengajarkan Ente sebuah cara lain untuk melihat kepribadian seseorang, yaitu dari bagian tubuh yang disabuni pertama saat mandi! Whoa! Mari kita pelajari bersama!

Muka

Kalo muka adalah bagian pertama yang Ente sabuni saat mandi, berarti Ente orangnya sangat peduli dengan citra. Ente ingin orang melihat Ente bersih dan kinclong gitu. Karena biar bagaimana pun juga, muka adalah hal pertama yang pasti dilihat orang.

Tangan

Tangan adalah bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan objek asing, sehingga dapat dikatakan bahwa tangan adalah bagian tubuh yang paling terkontaminasi. Nah, kalo saat mandi Ente menyabuni tangan duluan, kemungkinan Ente orangnya bersihan dan sangat higienis. Ente gak pengen tubuh Ente yang lain terkontaminasi oleh kuman di tangan Ente, sehingga Ente harus memastikan tangan Ente bersih terlebih dahulu.

Ketek

Berarti Ente orangnya gak pede, karena Ente ngerasa ketek Ente bau. Ente berharap dengan Ente sabuni ketek Ente pertama, maka bau ketek Ente akan segera hilang dan Ente bisa mengembalikan kepercayaan diri Ente, walau hanya sedikit.

Kaki

Berarti Ente orangnya ribet dan aneh, karena nyabunin kaki duluan itu sungguh tidak natural. Nyabunin kaki duluan itu sungguh non-linear dan merepotkan. Ini tuh sama aja kayak makan ayam dada mentok, tapi Ente mulai dari makan tulang mudanya dulu. Ribet kan.

Titit

Berarti Ente adalah lelaki. Karena cewek gak punya titit. Gimana sih Ente.
Nah demikianlah. Ada yang mau ditambahin? Silakan lho ditulis di comment.

Read More..

Kerana cinta Terhadap Lukisan Lelaki Ini Ingin Menikahi Lukisannya Sendiri Pelik ! Pelik !

. Minggu, 09 Februari 2014
0 komentar

Tomasz Urynowicz, pencinta seni 37 tahun dari Nowa Huta, Poland, telah jatuh cinta dengan seorang gadis berambut coklat muda menggantung cucian di salah satu lukisannya.


Urynowicz pertama kali melihat karya seni yang dilukis oleh Antoni Maria Kwiek pada tahun 2001, di sebuah galeri seni dan terpesona dengan keindahan gadis itu digambarkan. Dia membelinya di tempat dan menghabiskan 10 tahun terakhir mencari gadis itu. Dia berharap tetangganya mungkin tahu siapa dia atau dimana seniman yang melukisnya pada tahun 1955 berada. "Saya hanya ingin bertemu dengannya, duduk dan minum kopi dan berbual - untuk melihat siapa dia dan apa yang hidupnya sudah seperti," ia menjelaskannya.

Setelah bertahun-tahun kegagalan mencari gadis yang "memiliki rambut cokelat yang shimmers di bawah sinar matahari", Tomasz sekarang mencari seorang paderi yang akan setuju untuk menikah dengan gadis impiannya. "Saya tidak tahu apa undang-undang tentang hal semacam ini berada di Poland. Tetapi jika aku tidak boleh melakukannya disini saya akan pergi ke tempat lain dan melakukannya, "katanya. Jika dia benar-benar berjalan melalui pernikahanyang pelik ini, dia akan menjadi orang pertama di dunia untuk menikahi lukisan.
 borakkosong
Read More..

Bala ponteng kelas

. Sabtu, 08 Februari 2014
0 komentar


DE terpaksa menderita sebelum anggota bomba dapat memotong bilah pagar berkenaan dan mengejarkannya ke hospital.

BEIJING: Seperti pepatah “buat baik dibalas baik, buat jahat dibalas jahat,” begitulah takdir menimpa seorang pelajar yang cuba ponteng sekolah semalam.

Gara-gara ingin melarikan diri dari kelas, De Fang menderita kesakitan amat sangat selepas bahunya ditembusi pagar sekolah.

De, 16, dilaporkan melarikan diri dari kelas dan memanjat pagar sekolahnya di daerah Suixi di wilayah Anhui, tengah China.

bagaimanapun, dia tersilap langkah dan tergelincir, menyebabkan satu daripada bilah pagar itu tercucuk bahu kanannya.

Media tempatan melaporkan, De menjerit sekuat hati untuk meminta tolong.

Dia bernasib baik kerana suaranya segera didengari pelajar lain yang bertindak pantas menghubungi pihak sekolah.

Anggota bomba kemudian dikejarkan ke sekolah untuk menyelamatkan De.

Saksi berkata, anggota bomba terpaksa mengangkat tubuh De ke udara untuk beberapa ketika sebelum mereka dapat memotong pagar berkenaan. Dia kemudian dikejarkan ke hospital tempatan untuk menjalani pembedahan kecemasan. Jurucakap hospital berkata, doktor memerlukan masa kira-kira sejam untuk mengeluarkan bilah besi itu sebelum dapat merawat kecederaannya. Sementara itu, De berkata, dia berasa begitu gementar ketika melompat pagar berkenaan.

Keadaan itu, katanya, menyebabkan tapak tangannya basah kerana berpeluh. “Saya tersalah langkah dan tergelincir ketika memanjat pagar,” katanya. - DM
Read More..

404 Error Pages Terbaik

. Jumat, 07 Februari 2014
0 komentar





















Read More..

7 Minuman Keras Asli Indonesia

. Kamis, 06 Februari 2014
0 komentar
Cap Tikus & Sagoer
Cap Tikus merupakan minuman keras dari Manado tinjauan penyulingan Sagoer. Sagoer sendiri adalah cairan yang disadap dari pohon enau dan mengandung sedikit kadar alkohol sekitar 5%. Setelah disuling dengan cara tradisional, minuman khas Minahasa ini menjadi pendorong kerja untuk kalangan petani. Namun saat ini Cap Tikus lebih menjadi sarana pelampiasan dan mabuk-mabukan. Begitu berbahayanya minuman ini hingga orang-orang tua mengingatkan agar bisa menahan atau mengontrol minum minuman Cap Tikus. Sejak dulu pula dikenal pameo menyangkut Cap Tikus, minum satu seloki Cap Tikus, cukup untuk menambah darah, dua seloki bisa masuk penjara, dan minum tiga seloki bakal ke neraka.
Tuak
Tuak merupakan minuman keras khas Indonesia tinjauan fermentasi dari bermacam buah. Bahan-bahan tuak biasanya beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira kelapa atau aren, legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain. Di daerah Batak tuak dibuat dari pohon aren yang mirip pohon kelapa maka sering disebut bir panjat. Bar-bar tradisional yang menyediakan tuak disebut lapo tuak. Sebenarnya tuak tersebar di begitu banyak daerah di Indonesia sehingga sering disebut dengan nama-nama lain, namun tuak di sini mengacu pada minuman tinjauan fermentasi dari buah yang manis. Sama seperti temannya dari Manado tuak juga sangat memabukkan dengan kadar alkohol yang lebih ringan. Di salah satu lapo tuak tertulis Segelas tuak penambah darah. 2 gelas, lancar bicara. 3 gelas, mulai tertawa-tawa. 4 gelas, mencari gara-gara. 5 gelas, hati membara. 6 gelas, membuat perkara. 7 gelas, semakin menggila. 8 gelas, membuat sengsara. 9 gelas, masuk penjara dan 10 gelas, masuk neraka.
Arak Bali
Mirip dengan tuak, arak bali merupakan minuman keras tinjauan fermentasi dari sari kelapa dan buah-buahan lain. Kadar alkoholnya 37-50%. Arak ini dari namanya saja sudah jelas berasal dari Bali dan sering digunakan dalam upacara-upacara adat. Dalam upacara menghormati para dewata arak akan dituangkan ke daun pisang yang sudah dibentuk seperti tangkup dan kemudian arak akan dicpiratkan tangan kanan dengan bantuan sebuah bunga. Arak-arak untuk upacara biasanya mutu terendah karena arak terbaik akan diminum. Arak ini cukup populer juga di kalangan wisatawan di Bali dan salah satu resep cocktail yang terkenal adalah “arak attack” yaitu campuran Arak Bali dan orange juice. Meskipun banyak turis mancanegara tidak akan terkesan dengan rasa arak dibanding minuman keras dunia lainnya namun keberadaan Arak Bali jelas membantu seorang asing menikmati liburannya dan mempromosikan pulau dewata.
Sopi
Sopi adalah minuman keras asal Maluku yang dilarang di sana namun sudah sangat populer dan mendarah daging. Sopi sendiri merupakan fermentasi dari pohon aren (jadi masih bersaudara dengan minuman keras Indonesia lainnya) dan memiliki kadar alkohol diatas 50%. Pembuatan Sopi yang mengtinjauankan rasa khasnya adalah penambahan bubuk akar Husor dan penggunaan bambu untuk penyulingan. Para pembuat Sopi tradisional meskipun terlarang sangatlah makmur sampai bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke bangku kuliah maka ada sebutan di Maluku sudah ada orang yang menjadi profesor-profesor karena Sopi ini. Ada yang bilang rasa Sopi mirip Vodka.
Lapen
Nah minuman keras asal Yogyakarta ini reputasinya sungguh buruk. Coba saja Anda cari di google mengenai minuman ini, halaman awal akan didominasi kisah-kisah tragis penegak lapen, dari kebutaan, kelumpuhan, sampai kematian massal. Namanya pun sudah cukup sangar Lapen merupakan singkatan dari “langsung pening”. Memang cara pembuatannyapun akan membuat kita geleng kepala. Alkohol 98,5% dicampur 15 liter air mineral ditambah gula dan pemanis lainnya, didiamkan 12 jam siap untuk dikonsumsi. Anda yang jeli akan bertanya alkohol apa yang dipakai? Disitulah masalahnya karena tidak jelas maka minuman ini sering terkontaminasi Methanol yang sangat beracun (bahan kosmetik, pembersih, dll) yang akan menjadi asam di dalam tubuh dan menyerang sistem saraf terutama saraf mata. Lebih parahnya lagi di Yogyakarta para pemuda yang hilang arah sering adu keberanian dengan mencampur Lapen dengan berbagai cairan lain untuk memperkuat rasanya, dan yang kami maksud cairan bukan hanya cairan minuman tapi bisa karbol, formalin, dan bahan kimia apapun yang bisa Anda pikirkan. Tidak heran halaman demi halaman pencarian google untuk “Lapen” dihiasi obituari dan berita pengerebekan polisi.
Ciu
Ciu merupakan sebuah nama sebutan untuk minuman keras khas dari daerah Banyumas dan Bekonang, Sukoharjo. Meskipun mungkin ada hubungannya tapi tidak sama dengan Ang Ciu atau arak merah Cina. Di Banyumas Ciu merupakan tinjauan fermentasi dari beras dengan kadar alkohol mencapai 50-90%. Di tempat ini Ciu illegal dan dengan aktif diberantas oleh pemerintah daerahnya. Di Bekonang di lain pihak, pembuatan Ciu ini didukung oleh pemerintah daerahnya, sehingga menjadi sangat populer dan dipasarkan ke seluruh Karesidenan Surakarta, Surabaya hingga Madura. Pada jaman dahulu setiap ada hajatan malamnya pasti diikuti dengan acara mabuk “Ciu Bekonang”. Ciu ini pembuatannya menggunakan tape dan ketan sehingga tinjauan fermentasi dari singkong tidak seperti saudaranya di banyumas. Kedua Ciu tidak berwarna, bening dan rasanya sangat kuat.
Anggur Orang Tua, Bir Bintang, Anker Beer, dan Minuman Keras Lokal Lainnya
Meskipun masih menjadi polemik dan perdebatan di kalangan rohaniawan, minuman keras produksi skala besar telah menjadi bisnis yang sangat besar. Lihat saja grup orang tua yang dari anggur kolesomnya bisa merambah hingga ke bisnis makanan lain. Bir produksi dalam negeri (yang rasanya kalah jauh dengan bir luar negeri) juga populer di kalangan masyarakat kecil. Minuman-minuman itu ada di daftar ini hanya karena mereka dibuat di Indonesia meskipun kecil nilai tradisinya.
sumber
Read More..

Trik Aman Mengatasi Lapisan Lilin di kulit buah impor

. Rabu, 05 Februari 2014
0 komentar


Tahukah anda, bahwa setiap butir apel? Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika apel dan beberapa buah impor lain kulitnya dilapisi oleh wax atau lilin. Tujuannya adalah untuk menghambat proses pembusukan sebab oksigen yang langsung mengenai kulit buah akan membuat buah cepat busuk.

Tentu kita ketahui bahwa wax atau lilin dan pestisida yang menempel di kulit buah tersebut tidak sehat jika termakan oleh manusia. Sehingga harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum di makan.

Mengupas buah, misalnya apel impor, agar terhindar dari lilin yang menempel di kulitnya adalah hal yang kurang bijaksana, sebab akan membuang sebagian besar kandungan antioksidan dan zat bermanfaat lain yang banyak terdapat di kulitnya.

Dalam penelitian ahli di Cornell University Amerika, kulit apel memiliki kandungan quercetin, yang hanya terdapat pada kulit buah apel saja. Zat quercetin ini membuat aktifitas antioksidan serta bioaktifitasnya tinggi. Sedangkan pada daging buah apel, tak ada zat tersebut.

Artinya, jika kulit apel dikupas untuk menghilangkan wax atau lilinnya, maka quercetinnya akan hilang terbuang. Padahal zat ini yang membantu mencegah berbagai jenis kanker timbul, misalnya kanker usus dan kanker paru.

Trik agar Anda dapat tetap aman mengkonsumsi apel dan buah impor lain tanpa perlu membuang kulitnya yang kaya manfaat adalah, dengan menghilangkan dahulu wax serta pestisida yang menempel.
Ada yang mengerik kulit buah apel sebelum mengkonsumsinya. Namun ini jelas memakan waktu lama dan tak praktis.

Cara lain adalah dengan mencuci buah dengan air hangat sebelum memakannya, agar wax dan pestisida yang menempel dapat larut dalam suhu hangat. Cuci hanya buah yang hendak dimakan saja, sebab jika semua dicuci dengan air hangat, maka dikhawatirkan buah tak lagi awet dalam udara kamar.

Cara lain adalah mencampur cuka dalam air hangat untuk mencuci buah. Ini sekaligus menghilangkan berbagai macam bakteri lain yang menempel.

Mudah bukan, dan Anda pun bisa terhindar dari efek wax atau lilin yang tak baik bagi kesehatan.
sumber
Read More..

Hikayat Penggunaan Sidik Jari Untuk Uji Forensik

. Selasa, 04 Februari 2014
0 komentar


Sudah sekitar 100 negara di dunia ini menggunakan sidik jari sebagai alat penyeledikan forensik. Sidik jari masih dianggap alat yang paling akurat untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan. Bentuk sidik jari setiap manusia memang sangat khas. Di dunia ini tidak ada dua manusia yang sidik jarinya sama. Semua sidik jari manusia berbeda. Perubahan fisik manusia, ternyata tidak mengubah sidik jarinya.

Dalam penyelidikan forensic modern, sidik jari mulai digunakan tahun 1915, bersamaan dengan dibentuknya International Association for Identification (IAI). Kemudian di tahun 1977 IAI mulai memberlakukan standar sertifikasi untuk para penguji sidik jari.

Sebelum tahun 1800-an, lembaga penegak hukum menggunakan memori tampilan visual untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan. Namun ternyata cara ini tidak efektif karena tampilan visual seseorang bisa dengan mudah untuk diubah.

Sekitar tahun 1870, antropolog asal Prancis, Alphonse Bertillon mendorong penggunaan sistem identifikasi berdasar ciri khas tulang organ tubuh tertentu. Sistem ini lebih masuk akal karena tulang khas seseorang juga tidak mudah untuk diubah. Pada 30 tahun pertama setelah penemuannya, sistem ini diterima dalam proses identifikasi pelaku kriminal.

Namun, sistem ini dipertanyakan di tahun 1903 saat seorang bernama Will West dituntut di Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat. Berdasar cerita yang dituliskan onin.com, dia dituntut karena memiliki bentuk tulang khas yang sama dengan tersangka pelaku kejahatan bernama William West. Ternyata memang Will dan William West memang kembar.

Dari kasus inilah kemudian identifikasi pelaku kejahatan menggunakan bentuk tulang yang khas tidak lagi digunakan. Saat diteliti sedikit jarinya, barulah ketahuan bahwa Will West dan William West adalah dua orang berbeda meski mereka terlahir kembar.

Sidik jari telah dikenal sejak masa prasejarah. Banyak sekali peninggalan masa prasejarah yang menunjukkan adanya penggunaan sidik jari sebagai tanda khas seseorang. Namun baru di awal abad ke-20, sidik jari digunakan secara modern untuk mengidentifikasi korban maupun pelaku kejahatan. 
Read More..