Tampilkan postingan dengan label penggunaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penggunaan. Tampilkan semua postingan

Hikayat Penggunaan Sidik Jari Untuk Uji Forensik

. Selasa, 04 Februari 2014
0 komentar


Sudah sekitar 100 negara di dunia ini menggunakan sidik jari sebagai alat penyeledikan forensik. Sidik jari masih dianggap alat yang paling akurat untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan. Bentuk sidik jari setiap manusia memang sangat khas. Di dunia ini tidak ada dua manusia yang sidik jarinya sama. Semua sidik jari manusia berbeda. Perubahan fisik manusia, ternyata tidak mengubah sidik jarinya.

Dalam penyelidikan forensic modern, sidik jari mulai digunakan tahun 1915, bersamaan dengan dibentuknya International Association for Identification (IAI). Kemudian di tahun 1977 IAI mulai memberlakukan standar sertifikasi untuk para penguji sidik jari.

Sebelum tahun 1800-an, lembaga penegak hukum menggunakan memori tampilan visual untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan. Namun ternyata cara ini tidak efektif karena tampilan visual seseorang bisa dengan mudah untuk diubah.

Sekitar tahun 1870, antropolog asal Prancis, Alphonse Bertillon mendorong penggunaan sistem identifikasi berdasar ciri khas tulang organ tubuh tertentu. Sistem ini lebih masuk akal karena tulang khas seseorang juga tidak mudah untuk diubah. Pada 30 tahun pertama setelah penemuannya, sistem ini diterima dalam proses identifikasi pelaku kriminal.

Namun, sistem ini dipertanyakan di tahun 1903 saat seorang bernama Will West dituntut di Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat. Berdasar cerita yang dituliskan onin.com, dia dituntut karena memiliki bentuk tulang khas yang sama dengan tersangka pelaku kejahatan bernama William West. Ternyata memang Will dan William West memang kembar.

Dari kasus inilah kemudian identifikasi pelaku kejahatan menggunakan bentuk tulang yang khas tidak lagi digunakan. Saat diteliti sedikit jarinya, barulah ketahuan bahwa Will West dan William West adalah dua orang berbeda meski mereka terlahir kembar.

Sidik jari telah dikenal sejak masa prasejarah. Banyak sekali peninggalan masa prasejarah yang menunjukkan adanya penggunaan sidik jari sebagai tanda khas seseorang. Namun baru di awal abad ke-20, sidik jari digunakan secara modern untuk mengidentifikasi korban maupun pelaku kejahatan. 
Read More..

Penggunaan Kowawa dalam Kehidupan Sehari hari

. Kamis, 26 Desember 2013
0 komentar
Beberapa hari belakangan ini ada sebuah kata-kata yang lagi populer di dunia maya, yaitu Kowawa. Hasil penelitian MBDC di internet menunjukkan bahwa ternyata Kowawa ini gak ada artinya. Wah, ini gak bisa dibiarkan begitu saja. Sebuah kata bukanlah kata kalau gak ada artinya dan gak bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, hari ini MBDC akan memberikan beberapa usulan penggunaan Kowawa dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan #1

Kowawa adalah binatang khas Australia.
Arti: Kowawa di sini berarti adalah beruang kantong yang memanjat, panjangnya sekitar 2 kaki dengan kuping besar berbulu, berwarna abu-abu, dan kuku tajam. Makanannya daun.

Penggunaan #2

Situasi: Kamu lagi sama temen-temen kamu, trus tiba-tiba temen-temen kamu mulai ketawa-ketawa sendiri. Kamu gak ngerti kenapa.
Ko wa wa sih? Kenapa sih? Kasih tahu dong.
Arti: Kowawa di sini berarti adalah situasi dimana seseorang tiba-tiba tertawa sendiri tanpa sebab yang jelas dan ini membuat kamu gusar.

Penggunaan #3

Kowawa…Vit.
Arti: Kowawa di sini berarti adalah ungkapan yang sering digunakan oleh orang Perancis. Dulu pernah dipakai di iklan air mineral Vit, dan pernah menjadi nama sebuah cafe yang cukup terkenal di Jakarta.

Penggunaan #4

Ko Wawa, Canon 60 D sekarang harganya berapa?
Arti: Kowawa di sini berarti ada seorang bernama Wawa yang merupakan keturunan Tionghoa, dan dia adalah seorang pria.
Nah, itu sedikit usulan dari MBDC tentang penggunaan kata Kowawa dalam kehidupan sehari-hari. Kamu punya usulan lain? Silakan dishare di comments.



Read More..